Bakso Balungan, Makanan Khas Demak

Salah satu makanan khas Demak, yang juga dikenal sebagai Kota Wali, tidak hanya soto kerbau. Kalau berkunjung ke kota Demak, sebaiknya mencoba pula makanan khasnya, yakni bakso balungan. Dinamai bakso balungan (tulang) karena bakso yang disajikan tidak melulu hanya bakso, gulungan daging giling yang diberi kuah. Bakso yang satu ini dikompliti dengan potongan tulang-tulang yang masih berbalut irisan daging. Kadang terdapat pula tulang muda yang renyah dimakan.


Salah satu warung bakso balungan yang terkenal di kota Demak adalah bakso balungan Mas Kokok. Lokasi warung yang buka mulai pukul 15.30 hingga pukul 22.00 terletak di depan rutan di kawasan timur Alun-alun Kota Demak. Meski di seputar alun-alun terdapat sekitar tujuh warung makanan menjajakan bakso balungan, warung bakso balungan Mas Kokok memberikan cita rasa yang lebih nikmat.

Kenikmatan bakso balungan bukan terletak pada bakso itu sendiri, melainkan cara menikmati dan menggerogoti serpihan daging pada potongan tulang inilah yang mengasyikan sehingga sering kali membuat penikmat bakso ketagihan. Tiap porsi bakso balungan di warung Mas Kokok, pembeli bisa menemui mangkok yang berisi empat bakso dan tiga atau empat potongan tulang. “Kalau mau tambah asin, sambal atau saus sudah tersedia,” ujar Ny Kokok.

Beberapa penikmat bakso di Demak mengakui bakso balungan Mas Kokok lain rasanya dibanding warung yang sejenis. Rasanya nikmat dan cara mengolah tulang pun sudah pas, yakni tidak alot serta sudah renyah. Ini berkat rebusan tulang yang disesuaikan untuk menjaga tidak terlalu mentah atau terlalu matang sehingga tak mudah hancur.

“Kami termasuk perintis pertama bakso balungan di Demak, kami mulai buka sejak 1990. Waktu itu balungan masih gampang dicari karena diantar sendiri oleh penjualnya ke rumah,” kata Ny Kokok.

Bakso balungan ini muncul dari bisnis soto kerbau yang menjadi ciri khas soto di kawasan Demak, Kudus, Pati, dan sekitarnya. Kalau daging kerbau banyak dipakai untuk soto dan rawon, tulangnya dimanfaatkan untuk campuran bakso.

3 Tanggapan

  1. Aku inget betulll…. mas Koko itu dulunya cuma jualan mie ayam doang…. soalnya aku dulu paling suka makan mie ayam di tempat mas Koko, rasanya lain dr pd yg lainnya. Dulu jualannya di depan masjid Demak. Setelah pindah di depan rutan, menunya jualannya di tambahi bakso… yg akhirnya berkembang jd bakso balungan. Tp setelah bakso balungannya laris…mas Koko skr sdh gak melayani mie ayam lg….. pd hal dulu awalnya dia adl jualan mie ayam…. jd kangen mkan mie ayamnya mas Koko…

  2. Bagaimana cara gabung franchchesee nya?
    Berapa investasi untuk memulai nya?
    Untuk buka awal, ada pelatihan Nya?
    Untuk wilayah jakarta, sudah ada apa belum?

  3. [...] Bakso Balungan, Makanan Khas Demak [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: